Sabtu, 15 Desember 2012

         OBAT KALAT KALIMANTAN SELATAN

RAMUAN TRADISIONAL.

 
             TERBUAT DARI GATAH KAYU PENAWAR SERIBU. 

  
 KETURUNAN DATU SYEKH MUHAMMAD ARSYAT AL BANJARI YG KE 7 DI KENAL DENGAN SEBUTAN KAI BALIMAU.....       USIA BELIAU 104 THN



                                                                  KAI BALIMAU

...OBAT KALAT RAMUAN TRADISIONAL PENINGGALAN NENEK MOYANG...                                    
                            penyakit diabetes /kencing manis

Banyak orang pada awalnya tidak tahu bahwa mereka menderita diabetes. Di negara maju seperti Amerika misalnya, dari sekitar 16 juta penderita diabetes, hampir 7 juta diantaranya baru mengetahui diri mereka mengidap diabetes setelah mengalami komplikasi di berbagai organ tubuh. Sedangkan di negara-negara Asia, lebih dari 50% (bahkan ada yang mencapai 85%) penderita diabetes mengalami hal yang serupa.
Usia di atas 40 tahun, adanya riwayat keturunan diabetes dan badan terlalu gemuk merupakan faktor risiko utama seseorang teekan diabetes. Laporan statistik dari International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan, bahwa sekarang sudah ada sekitar 230 juta penderita diabetes. Angka ini terus bertambah hingga 3 % atau sekitar 7 juta orang setiap tahunnya.
Dengan demikian, jumlah penderita diabetes diperkirakan akan mencapai 350 juta pada tahun 2025 dan setengah dari angka tersebut berada di Asia, terutama India, Cina, Pakistan dan Indonesia.
Continue reading
Posted in penyakit kencing manis | Tagged diabetes mellitus, gula darah tinggi, kencing manis, obat kencing manis, penyakit gula, penyakit kencing manis | Leave a comment

Jenis Diabetes

Penyakit diabetes memiliki beberapa jenis, diantaranya yaitu :
  1. Tipe 1, ini adalah penyakit autoimun, yang kebanyakan berkembang pada masa kanak-kanak atau pada orang dewasa dibawah umur 30 tahun. Diabetes yuwana berkembang pada masa kanak-kanak dan harus ditangani dengan pemberian insulin. Jumlahnya mencapai 5-10% dari seluruh penderita diabetes di dunia. Pada diabetes tipe 1, tubuh kehilangan kemampuan untuk membetuk insulin karena sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin. Ketika insulin tidak tersedia, glukosa tetap tinggal didalam aliran darah dan tidak dapat digunakan sebagai energi. Orang yang mengidap diabetes tipe 1 harus menerima suntikan insulin agar dapat terus hidup.
  2. Tipe II, jenis diabetes ini berkembang pada masa dewasa. Penyakit ini berkembang karena berkurangnya produksi insulin atau penggunaan insulin yang tidak efektif. Bentuk ini mencakup 90-95% penderita diabetes di seluruh dunia. Para wanita selama kehamilan dapat mengalami diabetes tipe II yang disebut diabetes gestasional. Sekitar 40% wanita dengan diabetes gestasional selama kehamilan akan mengalami diabetes tipe II dalam kurun waktu empat tahun .
Akibat malafungsi dalam produksi dan penggunaan insulin, jumlah glukosa yang di produksi tetap tinggal didalam aliran darah, menyebabkan kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia. Pada gilirannya, sel-sel tubuh tidak memiliki cukup gula darah untuk menyediakan energi yang dibutuhkan.

Penyakit Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus artinya gula madu. Akibat malafungsi didalam tubuh, diabetes terjadi karena tubuh tidak mampu mengubah makanan menjadi energi. Ini adalah kondisi dimana kita memiliki kadar gula darah (glukosa) yang tinggi dalam tubuh kita. Ini adalah sebuah penyakit kronis, yang dapat dikendalikan tetapi tidak dapt disembuhkan.
Secara normal tubuh kita mengubah makanan yang kita konsumsi menadi gula atau glukosa, yang digunakan untuk memproduksi energi. Hal ini dilakukan oleh pankreas, suatu organ yang terletak dekat lambung. Pankreas membuat suatu hormon yang disebut insulin, meletakkan dirinya pada reseptor-reseptor yang ada pada dinding sel, yang dengan demikian memungkinkan glukosa memasuki insulin. Insulin bertindak sebagai kunci membuka reseptor agar glukosa memasuki sel. Sel-sel itu kemudian mengolah glukosa untuk memberikan energi pada tubuh.
Pankreas membuat insulin dalam jumlah yang cukup, tetapi karena sebab-sebab tertentu , insulin tidak efektif dalam menyalurkan glukosa dari darah ke dalam sel-sel tubuh. Kelainan seperti ini disebut resistensi insulin. Ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor ; Continue reading
Posted in penyakit kencing manis | Tagged diabetes mellitus, diabetes mellitus adalah, faktor insulin, penyakit diabetes, penyakit diabetes mellitus, resistensi insulin | Leave a comment

Cara Mengatasi Kencing Manis

Faktor-faktor genetika diduga memiliki potensi dan pengaruh dalam perkembangan diabetes, sebenarnya diabetes bukanlah penyakit turunan. Beberapa pemicu tertentu dianggap bertanggung jawab terhadap unculnya penyakit diabetes. Pemicu tersebut adalah “warisan perilaku dari lingkungan aibat pola makan yang berlebihan”, yang sudah diterapkan bertahun-tahun lamanya.
Karena diabetes sulit untuk disembuhkan sepenuhnya, maka bagi mereka yang telah divonis menderita diabetes, sebaiknya mengubah gaya hidup, terutama pola makan. Kurangi makanan dan minuman yang mengandung gula, seperti kue, sirup, soft drink, dan permen. Kurangi porsi nasi, perbanyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan segar yang tidak terlalu manis. Berolahragalah secara rutin 3-4 kali seminggu sampai mengeluarkan keringat. Hindari stres, kecemasan yang berlebihan, atau depresi. Pengendalian faktor resiko merupakan kunci utama. Tanpa perbaikan pola makan, olahraga dan pengobatan, dapat dipastikan berbagai komplikasi penyakit lain akan menyertainya.

Berikut adalah gejala-gejala penyakit diabetes, yaitu :

1. Sering buang air kecil terutama dimalam hari
2. Beberapa bagian tubuh terasa kesemutan (baal atau hilangnya rasa raba) akibat gangguan pada jaringan bawah kulit
3. Cepat merasa lapar dan haus
4. Berat badan menurun, tetapi nafsu makan bertambah
5. Cepat merasa lelah dan mengantuk
6. Mudah timbul bisul atau abses dengan kesembuhan yang lama
7. Gatal-gatal terutama pada kelamin bagian luar
8. Gairah seks menurun
9. Penglihatan kabur disertai dengan seringnya berganti kaca mata.

Kencing Manis atau Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus atau kencing manis merupakan penyakit kronis yang muncul secara perlahan, terjadi karena adanya gangguan pada sistem metabolisme karbohidrat, yaitu pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat mempergunakan untuk mengubah gula darah menjadi energi. Pola makan yang berlebih menjadikan fungsi pankreas melemah, akibatnya tubuh kelebihan glukosa (hiperglikemia). Tubuh penderita diabetes menjadi tidak mampu memproduksi atau menggunakan secara efektif hormon insulin yang berfungsi mengatur gula darah. Akibat kekurangan atau tidak adanya insulin, glukosa menumpuk dalam sirkulasi darah. Itu sebabnya penderita diabetes sering merasa haus yang berlebihan dan sering buang air kecil.
Hal tersebut menyebabkan kadar gula darah meningkat melebihi batas normal, (sekitar 80 mg% saat puasa, dan 120 mg% 2 jam setelah makan). Yang lebih buruk lagi, penderita bisa mengalami rasa tidak nyaman pada perut, pandangan kabur, sulit bernapas atau merasa lelah, dan pusing. Hiperglikemia bisa diatasi dengan mengonsumsi minuman bebas gula, atau cairan tanpa kafein. Mengonsumsi karbohidrat yang tinggi juga berpeluang meningkatkan kadar gula dalam tubuh. Tanpa insulin yang cukup, kadar gula darah akan meningkat, merusak jaringan saraf tepi dan otonom di seluruh tubuh, serta memicu hipertensi, stroke, serangan jantung, kebutaan, dan kerusakan ginjal. Usia diatas 40 tahun, lebih beresiko menderita penyakit diabetes.
Diyakini bahwa kelebihan lemak dalam tubuh dapat mengganggu kerja normal fungsi insulin, yaitu hormon yang dilepaskan oleh pankreas. Hormon tersebut merupakan zat utama yang bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah pada kondisi yang tepat. Insulin menyebabkan gula berpindah ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi, atau disimpan sebagai cadangan energi. Pada saat melakukan aktivitas fisik, kadar gula darah bisa menurun, karena otot menggunakan glukosa untuk energi.

Pencegahan Kencing Manis

Diagnosis diabetes ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan kadar gula darah yang tinggi (tidak normal). Untuk mengukur kadar gula darah, contoh darah biasanya diambil setelah penderita berpuasa selama 8 jam atau bisa juga dambil setelah makan. Perlu perhatian khusus bagi penderita yang berusia di atas 65 tahun. Sebaiknya, pemeriksaan dilakukan setelah berpuasa dan jangan setelah makan.
Pemeriksaan darah lainnya yang bisa dilakukan adalah tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan pada keadaan tertentu, misalnya pada wanita hamil.
Penderita berpuasa dan contoh darahnya diambil untuk mengukur kadar gula darah puasa lalu penderita meminum larutan khusus yang mengandung sejumlah glukosa dan 2-3 jam kemudian contoh darah diambil lagi untuk diperiksa.

1 komentar: